IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers
<p><strong>IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu</strong>.<strong> (IBERS)</strong> adalah jurnal yang mempublikasikan artikel pendidikan dalam rangka mendidik anak bangsa. Jurnal ini menerima artikel dengan pendekatan penelitian kualitatif, kuantitatif dan <em>Mix Method </em>dengan tema : Integritas, nasionalisme, moral dan etika. Artikel ditelaah oleh dua orang ahli. Jurnal dikelola oleh Yayasan Indonesia Bermutu. Jurnal terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember).</p>Yayasan Indonesia Bermutuen-USIBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu2986-7495PLATFORM MEMBACA DIGITAL SEBAGAI SARANA REKAYASA SOSIAL: HUBUNGAN SKOR LITERASI DENGAN PRESTASI AKADEMIK DI SEKOLAH INDONESIA
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers/article/view/210
<div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Platform membaca digital semakin berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dalam pendidikan dengan membentuk perilaku membaca peserta didik melalui konten berjenjang, pemeriksaan pemahaman otomatis, dan umpan balik kinerja kumulatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah rekayasa literasi berbasis platform berhubungan dengan capaian akademik pada instrumen penilaian terstandar pemerintah, menggunakan School Reading System (SRS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang bahasa sebagai objek kajian.</p> <p>Penelitian menggunakan desain korelasional ex post facto terhadap data 164 peserta didik yang terdiri atas jenjang sekolah dasar (n = 87) dan sekolah menengah (n = 77) dari empat sekolah Islam swasta di Indonesia. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara skor SRS dan TKA pada jenjang sekolah dasar (r = 0,27; p = 0,012) serta sekolah menengah (r = 0,40; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekayasa sosial literasi berbasis platform memiliki pengaruh parsial yang bergantung pada jenjang pendidikan terhadap capaian akademik di bidang bahasa.</p> <div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Temuan ini mengindikasikan bahwa platform membaca digital dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam pengembangan literasi, meskipun belum dapat menggantikan kompetensi yang diukur melalui asesmen terstandar formal. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital lebih tepat diposisikan sebagai penguat proses pembelajaran daripada pengganti evaluasi akademik konvensional. Penelitian ini juga membahas implikasi kebijakan dan implementasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Dataset yang digunakan juga dianalisis dalam studi psikometrik pendamping yang diajukan secara terpisah (Syehani & Kembara, under review).</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div>Rahmat SyehaniMaulia Depriya Kembara
Copyright (c) 2026 Rahmat Syehani, Maulia Depriya Kembara (Author)
2026-07-012026-07-0151587010.61648/ibers.v5i1.210MEMBACA DAN MERAIH SELF-EFFICACY: SATU BUKU SERIBU KEMUNGKINAN
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers/article/view/209
<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Self-efficacy, atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan, merupakan faktor penting dalam pengembangan diri. Salah satu kebiasaan yang berkontribusi terhadap peningkatan self-efficacy adalah membaca. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kebiasaan membaca memengaruhi tingkat self-efficacy dan kepercayaan diri individu, serta mengeksplorasi genre bacaan yang <span style="font-size: 0.875rem; font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">paling berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden untuk mengukur hubungan antara frekuensi membaca dan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kebiasaan membaca secara teratur cenderung memiliki tingkat self-efficacy yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun keyakinan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, membudayakan kebiasaan membaca dapat menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan self- efficacy individu.</span></p> </div> </div> </div>Ujang RuslanNunuy NurjanahFatima BolushovaMaulia Depriya Kembara
Copyright (c) 2026 Ujang Ruslan, Nunuy Nurjanah, Fatima Bolushova, Maulia Depriya Kembara (Author)
2026-07-012026-07-0151374310.61648/ibers.v5i1.209PENGEMBANGAN ALAT UKUR CURIOSITY DALAM PENDIDIKKAN
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers/article/view/208
<div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Keingintahuan atau curiosity merupakan motivasi intrinsik dalam diri manusia untuk mengembangkan potensi dan pemahaman yang kompleks. Menurut Sylvan Tomkins (1962), ketiadaan rasa ingin tahu atau curiosity dapat membahayakan intelektualitas dan kehancuran jaringan otak manusia (Barbarossa et al., 2017; Kashdan et al., 2009). Namun, realitasnya hanya segelintir orang yang tertarik mendalami rasa ingin tahunya, khususnya pada pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur intensitas rasa ingin tahu pada pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Instrumen berupa skala curiosity (22 item) yang mengacu kepada aspek Curiosity menurut Peterson & Seligman. Subjek penelitian sebanyak (596 orang) pelajar tingkat SMA dan Mahasiswa yang dipilih secara random sampling. Berdasarkan hasil analisis data banyaknya subjek yang memiliki rasa ingin tahu yang sedang. Mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi hanya mencapai 14,6% dari seluruh responden. Jika menggunakan data komposit baik itu menggunakan uji Spearman, Pearson atau Scale itu hanya satu aitem < 0,3 atau memiliki daya beda yang buruk. Sedangkan jika menggunakan data tunggal dan Spearman ada 4 aitem yang memiliki daya beda yang buruk. Sementara itu jika Scale dan Pearson yang digunakan maka ada 3 aitem yang memiliki daya beda yang buruk. Dilihat dari hasil confirmatory factor analysis menggunakan bantuan program Lisrel, total aitem yang gugur ada 7 aitem pada dimensi satu, 1 item di dimensi 2 dan 3. Menyisakan 13 aitem. Sementara itu jika dilihat dari analisis eksploratory, seharusnya konstruk curiosity ini memiliki 6 dimensi dan nilai KMO > 0,5. Nilai reliabilitas yang diuji pun sudah memenuhi kriteria reliabel.</p> </div> </div> </div>Aisyah Cikal Putri BasyaiJihan NabillaMuhamad Dasrais Al FatoniNishrina AinurrohmanSani Irliza Dewi
Copyright (c) 2026 Aisyah Cikal Putri Basyai, Jihan Nabilla, Muhamad Dasrais Al Fatoni, Nishrina Ainurrohman, Sani Irliza Dewi (Author)
2026-07-012026-07-0151173610.61648/ibers.v5i1.208DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP MASYARAKAT LOKAL LABUAN BAJO
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers/article/view/203
<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Artikel ini berisi tentang kajian mengenai dampak adanya perkembangan pariwisata di Labuan Bajo yang berkembang pesat karena menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Hal ini berdampak besar <span style="font-size: 0.875rem; font-family: 'Noto Sans', 'Noto Kufi Arabic', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">pada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh baik dan buruk dari pertumbuhan sektor pariwisata terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Studi Literatur, yaitu dengan mencari informasi dari berbagai jurnal terkait. Penelitian menunjukkan bahwa pariwisata telah meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang kerja, dan memperbaiki infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini juga membawa beberapa masalah, seperti perubahan budaya, kerusakan sumber daya alam, dan kesenjangan ekonomi. Maka, perlu merencanakan strategi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan agar dapat mengurangi dampak buruk dan meningkatkan manfaat untuk penduduk setempat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pembaca agar lebih memperhatikan segala kebijakan terhadap perkembangan pariwisata yang akan berpengaruh pada berbagai aspek.</span></p> </div> </div> </div>Kayla BalqisNaila Aprilia HarahapPrisi Patika SundayaniMaulia Depriya Kembara
Copyright (c) 2026 Kayla Balqis, Naila Aprilia Harahap, Prisi Patika Sundayani, Maulia Depriya Kembara (Author)
2026-07-012026-07-0151445710.61648/ibers.v5i1.203Dasar-Dasar Teknik sebagai Sarana Penguatan Integritas, Nasionalisme, dan Karakter Etis: Kerangka Konseptual Pendidikan Teknik Berbasis Nilai dalam Kurikulum Nasional Indonesia
https://ibers.indonesiabermutu.or.id/index.php/jurnal-ibers/article/view/207
<div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Integrasi Dasar-Dasar Rekayasa (Engineering Fundamentals) ke dalam kurikulum nasional Indonesia merepresentasikan suatu pergeseran paradigma yang signifikan, yaitu dari pembelajaran berbasis konten menuju pendidikan berbasis kompetensi yang secara sengaja menumbuhkan integritas, etika, nasionalisme, dan inovasi. Studi konseptual-kualitatif ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual terhadap 55 artikel bereputasi internasional yang terindeks Scopus/Web of Science (Q1–Q2) periode 2019–2025, serta dokumen kebijakan nasional (Capaian Pembelajaran, Kemendikbudristek 2022; 2024). Penelitian ini mengonseptualisasikan enam komponen inti Dasar-Dasar Rekayasa, yaitu Berpikir Desain (Design Thinking), Berpikir Sistem (Systems Thinking), Kolaborasi Interdisipliner (Interdisciplinary Collaboration), Etika dan Tanggung Jawab Sosial (Ethics and Social Responsibility), Literasi Teknologi dan Digital (Technology and Digital Literacy), serta Refleksi dan Adaptasi (Reflection and Adaptation). Setiap komponen dipetakan secara operasional pada seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/SMK) dan dikaitkan secara eksplisit dengan delapan Dimensi Profil Lulusan. Analisis komparatif dengan kerangka pendidikan di Amerika Serikat (NGSS) dan Eropa (phenomenon-based learning) menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia memiliki posisi yang unik dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan dalam pengembangan model pendidikan teknik berbasis nilai yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab secara sosial, inovatif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.</p> </div> </div> </div>Maulia Depriya KembaraJaka WarsihnaRahmat Syehan
Copyright (c) 2026 Jaka Warsihna, Maulia Depriya Kembara, Rahmat Syehan (Author)
2026-07-012026-07-015111610.61648/ibers.v5i1.207